Hari Senin tanggal 17 Oktober 2011 aku bersama temanku pergi jalan-jalan ke salah satu taman besar di kota Bandung.Disana tidak terlalu ramai sihh,karena masih jam 1 siang.Dikarenakan aku tidak mau terlambat pergi ke pesta ulang tahun temanku nanti malam,aku harus cepat-cepat membeli hadiah untuk temanku nanti.Aku ,Nobi,dan Isan ingin membeli satu boneka yang sama,tapi boneka itu hanya ada satu di kota Bandung ini.Karena pemikiranku sama denngan mereka,otomatis aku,Nobi dan Isan saling berebut boneka itu.Kira-kira 20 menit kemudian boneka itu terjatuh dari tangan kami semua,lalu boneka itu tertendang oleh salah satu tukang parkir disana.
"Aduuuh,boneka siapa nii ???" Ujar tukang parkir.
"Boneka saya ppaaaakkk."Ujar kami bertiga.
dengan senang hati bapak tukang parkir itu mengambilkan boneka kami yang mau dibeli itu,Bapak itu langsung teringat saat dia masih jadi anak pengajian.Saat bapak itu menghampiri kami,bapak itu berkata.
"De,sebaiknya kalian jangan membeli boneka ini !!!"
Kami pun menjawabnya.
"emang kenapa,pak ???"
"Pokoknya jangan de !!!"ujar bapak itu sambil menatap boneka itu.
"Iya,emang kenapa paakk ???"Kami menjawabnya sambil merasa penasaran.
"Entar sore pergi kerumah bapak,yaa !!!"jawaban dari bapak itu.
"Emang dimana rumah bapak ???"Jawabku sambil merasa ada yang aneh.
"Rumah bapak di sebrang SMAN 13,yang agak besar,pokoknya di dekat jalan maleber.
"Ohh,Iya pak,kami akan kesana nanti sore."
Bapak itu pun pergi melanjutkan tugasnya lagi,kami bertiga masih berebut barang itu dan pada saat itu Nobi berkata.
"Bagaimana kalau kita gambreng aja."Ujarnya Nobi.
"Mmmmm,ayo kita gambreng ajalah."Ujarku.
Selesai gambreng,ternyata Nobilah yang memenangkan barang itu,kami pun mencari barang lain.Perasaanku Tidak enak begitu saja,satu per satu kami beli barang yang bagus lainnya.Jam menunjukan pukul 2 siang,kamipun membungkus barang-barang itu sebagus mungkin.2 jam kemudian kami bergegas untuk berangkat ke rumah bapak tukang parkir itu yang rumahnya ada di dekat jalan maleber.Sesampainya disana,kelihatannya bapak itu sudah menunggu kedatangan kami,kami pun masuk kerumahnya bapak itu.
"Rumahnya besar,tapi kenapa ya jadi tukang parkir ???"ujarku kepada Isan.
Isan pun menjawabnya dengan perasaan aneh,
"Iya ya,kenapa ya ???"
"Biarinlah,mungkin uang dari istrinya kalau tidak warisan dari bapak ibunya." Ujarku.
Kamipun dipersilahkan duduk oleh bapak itu.
Nobi bertanya kepada si bapak.
"Pakk,emang ada apa ??? kok kami tidak boleh membeli boneka itu."
"Nih,ya bapa ceritain,dulu bapak pernah ikut pengajian yang berada di daerah taman itu,terus bapak bapak membeli boneka itu,saat bapak pulang pengajian.Bapak pun membawa pulang boneka itu ke rumah bapak yang ada di situaksan.Boneka itu bapak simpan di jendela yang mengarah keluar,saat hari beanjak malam tiba-tiba boneka itu bergerak dengan sendirinya sambil membawa pisau dapur dan mengarahkannya ke luar jendela,saat ada orang lewat,orang itu melihat boneka bapak yang sedang membuka jendela dan orang itu pun berteriak sekencang-kencangnya sambil lari tak terkendali.Keesokan harinya bapak menanyakan kembali ke pedagang yang menjual boneka itu.Ternyata boneka ini bisa hidup dengan sendirinya,karena ada yang mempunyainya sejak jaman perang Belanda.Otomatis,bapakpun membuang boneka itu ke tengah jalan,tapi saat malam tiba,boneka itu kembali kerumah bapak.Karena bapak tidak takut sama yang begituan,bapak pun kembali tidur."
Tidak terasa sudah jam 6 sore.Kamipun bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing dan membungkus kembali hadiah-hadiahnya.Tak terasa jam mulai menunjukan pukul 7 .Aku,Nobi,dan Isan saling berjanjian di taman sakura.saat kami pergi bersamaan ke pesta ulang tahun teman kami,tiba-tiba boneka yang di dalam bungkusan milik Nobi itu bergerak dengan sendirinya dan secara serentak bungkusan itu di sobek oleh sang boneka,kami merasa heran dan sangat ketakutan ketika boneka itu membawa gunting yang panjang dan Pisau dapurnya itu,dengan perasaan ketakutan Nobi langsung melempar boneka itu ke salah satu rumah di komplek itu,kami berlari sekencangnya dan saat tiba di pesta temanku,perasaanku terasa lega kembali.Tiba-tiba,saat tepat jam 10 malam aku kembali pulang,karena aku teringat kejadian yang tadi,aku putuskan kami pulang melalui jalan yang lain saja,ketika di perjalanan,Isan melihat boneka itu sedang duduk di dalam rumah orang lain dan bisa di lihat dari luar.Saat Isan menengok lagi ke boneka itu,kelihatannya boneka itu terlihat marah sekali.Isan pun mengalihkan perhatiannya,tetapi boneka itu mendobrak-dobrak kaca itu dengan pisau dan guntingnya itu,Isan bertanya kepada Nobi.
“Bi,bukannya itu bonekamu yang tadi di buang bukan ???”
“Yang mana ??”Ujarnya sambil merasa ketakutan lagi.
“Itu yang di kaca rumah itu tuh,yang ada di lantai 2.”Ujarnya sambil ketakutan.
Aku hanya terdiam dan merasa ketakutan.Di saat kami bertiga melihatnya,tiba-tiba kaca itu terbelah dan serpihan kacanya itu terlempar sampai ke depan kami.Kamipun berlari sekencangnya dan boneka itu juga bisa berlari,boneka itu mengejar kami sampai ke jalan raya,saat di jalan raya boneka itu tiba-tiba saja menghilang.
“Aduuuuuhhh capek sekalii.”Ujarnya Nobi.
Sesudah sampai di daerah masing-masing,kamipun memutuskan pulang ke rumahnya Nobi.Diperjalanan Isan ingin pulang ke rumahnya.
“Bi,Hus aku pulang dulu ya.”
“Kenapa pulang ???” Ujar kami berdua.
“Ya pengen aja.”Jawabannya sambil menggerutu.
“ya udah sana,hati-hati di jalan ya. “Jawabku.
“Ya,you too.”
Kami berdua merasa di awasi oleh boneka itu.Saat aku tiba di pohon beringin besar dan masih berjalan,tiba-tiba boneka itu muncul lagi di depan kami,kami pun berlari sekencang-kencangnya,dan pada saat itu dengan sangat terkejut boneka itu tepat berada di depan kami berdua.Otomatis kami membalikkan badan kami.Aku dan Nobi hanya bisa berlari dan bibirku tidak bisa mengeluarkan suara apapun.Di saat kami melihat ke belakang,ternyata boneka itu menghilang lagi.Tiba-tiba boneka itu ada di depan Nobi dan boneka itu menusukkan pisaunya ke badan Nobi,sehingga Nobi mati tergeletak bersama pisau dan gunting sang boneka itu.Sesampainya di rumah aku pun langsung pergi ke tengah ruangan,karena keluargaku sedang bergadang aku pun menceritakan kembali kejadian yang tadi.Keesokan harinya,aku bersama Isan pergi ke rumah Nobi untuk melayadnya.